Senin, 26 April 2010

Macam-Macam Hadist

I. Hadist yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi.

I.A. Hadist Mutawatir
Hadist yg diriwayatkan oleh sekelompok orang dr beberapa sanad yg tak mungkin untk berdusta,dapat dicapai oleh panca indra.Berdasarkan itu maka ada beberapa syarat agar hadist bisa dikatakan sebagai hadist Mutawatir :

1. Isi hadist harus hal2 yg dapat dicapai oleh panca indra.
2. Orang yg menceritakannya harus sejumlah orang yg menurut ada kebiasaan tak mungkin berdusta,sifatnya Qath'iy.
3. Pemberita2 itu terdapat pada semua generasi yg sama.

I.B. Hadist Ahad
hadist yg diriwayatkan oleh seseorang atau lebih tetapi tak mencapai tingkat Mutawatir.Sifat atau tingkatanya adalah zhonny sebelumnya para ulama membagi hadist ahad menjd 2 bagian yakni hadist shahih dan hadist Dha'if.Namun Imam At Turmudzi kemudian membagi 3 hadist ahad ini yaituh :

I.B.1. Hadist Shahih
Menurut Ibnu Sholah hadist ini hadist yg bersambung sanadnya.Ia diriwayatkan oleh orang yg adil lagi kuat ingatanya hingga akhirnya tak syadz atau bertentangan dgn hadist lain yg lebih shahih dan tak mu'allal atau tak cacat.Dan adapun syarat2nya :
1. Kandungan isinya tak bertentangan dgn Al Qur'an
2. Harus ada sanadnya
3. Diriwayatkan oleh orang/perawi yg adil
4. Diriwayatkan oleh orang yg dhobit/ingatanya kuat
5. Tidak syadz/tak bertentangan dgn hadist lain yg lbh shahih
6. Tidak cacat walaupun tersembunyi.

I.B.2. Hadist Hasan
hadist yang banyak sumbernya atau jalanya dan dikalangan perawinya tak ada yg disangka dusta dan tak syadz.

I.B.3. Hadist Dha'if
hadist yg tak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yg tak adil dan tak dhobit,syadz dan cacat.

II. Menurut Macam Periwayatannya
II.A. Hadist yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam.Hadist ini disebut marfu' atau Maushul.

II.B. Hadist yang terputus sanadnya
II.B.1. Hadist Mu'allaq
hadist yang tergantung yaituh hadist yg permulaan sanadnya dibuang oleh seseorang atau lebih hingga akhir sanadnya,yg berarti termasuk hadist dha'if.

II.B.2. Hadist Mursal
hadist yg dikirim yaituh yg diriwayatkan oleh para tabi'in dari Nabi tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadist itu.

II.B.3. Hadist Mudallas
Hadist yg disembunyikan cacatnya yaituh hadist yg diriwayatkan oleh sanad yg memberikan kesan seoalah2 tak ada cacatnya.Padahal sebenarnya ada,baik dalam sanad atau pada gurunya.Jadi hadist ialah hadist yg ditutup2pi kelemahan sanadnya.

II.B.4. Hadist Munqathi
hadist yg terputus yaituh yg gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat tabi'in

II.B.5. Hadist Mu'dhol
hadist yg terputus sanadnya yaituh hadist yg diriwayatkan oleh para tabi'it dan tabi'in dar Nabi atau dari sahabat tanpa menyebutkan tabi'in yg menjadi sanadnya.

III. Hadist-Hadist Dha'if disebabkan oleh Cacat perawi.
III.A. Hadist Maudhu'
yg berarti dilarang yaituh hadist dalam sanadnya terdapat perawi yg berdusta atau dituduh dusta.Jadi hadist ini adalah hasil karangan sendiri bahkan tak pantas disebut hadist.

III.B. Hadist Matruk
berarti hadist yg ditinggalkan yaituh hadist yg hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.

III.C. Hadist Mungkar
hadist yg hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yg lemah yg bertentangan dgn hadist yg diriwayatkan oleh perawi yg terpercaya,jujur.

III.D. Hadist Mu'allal
hadist dinilai sakit atau cacat.Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bhw hadist Mu'allal ialah hadist yg nampaknya baik tapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya.Hadist ini biasa disebut jg dgn Hadist ma'lul/yg dicacati atau disebut jg hadist mu'tal/hadist cacat.

III.E. Hadist Mudhthorib
hadist yg kacau yaituh hadist yg diriwayatkan oleh seorang perawi dan beberapa sanad dgn matan/isi kacau atau tak sama dan kontradiksi dgn yg dikompromikan.

III.F. Hadist Maqlub
hadist yg terbalik ialah hadist yg diriwayatkan oleh perawi yg didalamnya tertukar dgn mendahulukan yg belakang atau sebaliknya baik berupa sanad maupun matan

III.G. Hadist Munqalib
hadist yg terbalik sebagian lafalnya hingga pengertianya berubah

III.H. Hadist Mudraj
hadist yg diriwayatkan oleh seorang perawi yg didalamnya terdapat tambahan yg bukan hadist,baik keterangan dari perawi sendiri atau lainnya

III.I. Hadist Syadz
hadist yg jarang adalah hadist yg diriwayatkan oleh perawi yg tsiqah/terpercaya yg bertentangan dgn hadist lain yg diriwayatkan dari perawi2 yg terpercaya pula.Menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadist syadz jarang dihafal ulama hadist.Sedang yg banyak di hafal hadist mahfudz.

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar