Tampilkan postingan dengan label BAB SHALAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAB SHALAT. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2012

HAKEKAT SHOLAT

Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.

Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu : Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal) Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra’ dan mi’raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillah artinya : segala puji bagi Allah Apa yang di puji adalah : Zat (Allah) Sifat (Muhammad) Asma’ (Adam) Af’al (Manusia) Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti : Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata.Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya : kecuali Hak Allah semata. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72 Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu. Artinya : “sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya” Dan karena firman Allah inilah kita mengucap : “Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah” Yang berarti : Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan. Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri.

 Karena bila manusia dapat mengenal dirinya, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Allah. Hadits Qudsi : “MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU” Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah ALIF ITU ARTINYA : NIAT SEMBAHYANG LAM ITU ARTINYA : BERDIRI HA ITU ARTINYA : RUKU’ MIM ITU ARTINYA : SUJUD DAL ITU ARTINYA : DUDUK atau bisa juga kalau di kias lagi jadi Empat : Berdiri (alif=jalalullah), Rukuk (lam awal=jamalullah), Sujud (lam akhir=kaharullah), Duduk (haa=kamalullah), menjadi nasar api, angin, air dan tanah dlm diri kita Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkata ini diambil dari peringatan ketika sempurnanya roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam AS. Adam AS. Pun berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Dalam sembahyang harus memenuhi 3 syarat : 1. Fiqli (perbuatan) 2. Qauli (bacaan) 3. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu)

 MENGAPA KITA SEMBAHYANG SEHARI SEMALAM 17 RAKAAT : Adalah mengambil pengertian sebagai berikut : Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah 1. AH itu menandakan sembahyang subuh…….”2”rakaat yaitu…Zat dan Sifat 2. ALLAH itu menandakan sembahyang Zohor “4” rakaat yaitu :Wujud,Alam,Nur dan Syahadat. 3. MUHAMMAD itu menandakan sembahyang Asar “4” rakaat yaitu : Tanah,Air,Api dan Angin. 4. ADAM itu menandakan sembahyang Magrib “3” rakaat yaitu :Ahda,Wahda,dan Wahdia. 5. HAWA itu menandakan sembahyang Isya “4” rakaat yaitu : Mani,Manikam,Madi dan DI.

MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah. Dua kalimah syahadat pada : 1. Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia) 2. Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH 3. Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA 4. Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD 5. Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD.

 MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang. Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati : Niat sbb : “aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.” Dalilnya : 1. LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya) 2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH Artinya : Tidak Syah Sholat Tanpa Mengenal Allah 3. WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah 4. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu 5. IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADU’U Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi) 6. AKI MIS SHALATA LI ZIKRI Artinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145) Sedangkan :

 1. Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang 2. Tahayat ialah merupakan hati sembahyang 3. Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu : 1. Bulu 2. Kulit 3. Daging 4. Darah 5. Tulang 6. Lemak 7. Lendir 7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka’bah. HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH : “Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar. Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu : 1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4. Syahadat Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat. Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji.

 DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT. Hakekat zakat dalam shalat ialah : Mengandung makna “ Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT. “ iiya Kanak Budu Wa iiya Kanasta’in” Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan.

HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT : 1. Tidak Boleh Makan Dan Minum 2. Mata Berpuasa 3. Telinga Berpuasa 4. Kulit Berpuasa 5. Hati Berpuasa

 HAKEKAT WHUDU ADALAH : Ialah membersihkan diri sebelum menunaikan shalat : Niat Membasuh Muka Membasuh Tangan Membasuh Kepala Membasuh Telinga Membasuh Kaki Tertib Hakekat Niat dalam Wudhu : ialah “tiada wujud pada diriku hanya Allah semata” Jadi Kita Mengisbatkan Hidup Kita, Ilmu Kita, Pandangan Kita, Penglihatan, Kuasa Kita, Kata-Kata Kita Semuanya Adalah Hak Allah Semata. (Ia Haiyun, Ia Alimun, Ia Sami’un, Ia Basirun, Ia Kadirun, Ia Maridun, Ia Mutakalimun Bil Hakki Illallah). Hakekat Membersihkan Muka dalam wuduk ialah : Membuang semua sifat : sombong angkuh, kemuliaan, kebesaran,yang ada pada diri manusia. Hakekat Membasuh Tangan dalam wuduk ialah : Membuang semua sifat-sifat aku berkuasa, aku orang kuat dan aku orang besar. Hakekat Membasuh Kepala dalam wuduk ialah : Membersihkan segala fikiran dari segala urusan dunia Hakekat Membasuh Telinga dalam wuduk ialah : Membersih segala pendengaran dari hal-hal yang tidak perlu Hakekat Membasuh Kaki dalam wuduk ialah : Kita harus membetulkan perjalanan kita

Senin, 03 Mei 2010

SHALAT FARDHU

Shalat yang wajib harus kita tau dan didirikan terdiri dari 2 macam yaituh

A. SHALAT FARDHU 'AIN
shalat wajib yang harus dilaksanakan oleh tiap muslim (Shubuh,dhuhur,ashar,magrib,isya dan jum'at)

Berikut lafadz lafadz niat shalat
A.1. SHALAT DHUHUR
Berjumlah 4 rakaat dan Niatnya :
USHOLLI FARDHODH DHUHRI ARBA'A ROKA'AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADA'AN (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAALI TA'ALAA
artinya :
Aku berniat shalat dhuhur 4 rakaat menghadap kiblat (makmun/imam) karna Allah lalu Takbiratul Ihrom

A.2. SHALAT ASHAR
berjumlah 4 rakaat dan niatnya
USHOLLI FARDHOL ASHRI ARBA'A ROKA'AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAAHI TA'ALA
artinya
aku berniat shalat ashar 4 rakaat menghadap kiblat(makmun/imam) karna Allah

A.3. SHALAT MAGHRIB
jumlahnya 3 rakaat dan niatnya
USHOLLI FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA ROKA'ATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAAHI TA'ALA
artinya
aku berniat shalat maghrib 3 rakaat menghadap kiblat (makmun/imam) karna Allah

A.4. SHALAT ISYA
jumlah 4 rakaat dan niatnya
USHOLLI FARDHOL 'ISYAA'I ARBA'A ROKA'ATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAAHI TA'ALA
artinya
aku berniat shalat isya 4 rakaat menghadap kiblat (makmun/imam)karna Allah

A.5. SHALAT SHUBUH
jumlah 2 rakaat dan niatnya
USHOLLI FARDHOSH SHUBHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAAHI TA'ALA
artinya
aku berniat shalat shubuh 2 rakaat menghadap kiblat (makmun/imam) karna Allah

A.6. SHALAT JUM'AT
hai orang2 yg beriman apabila diseru shalat pada hari jum'at.Maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkan jual beli ( Al Jumu'ah 9) dan niatnya
USHOLLI FARDHOL JUM'ATI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAAHI TA'ALA
artinya
aku berniat shalat jum'at 2 rakaat menghadap kiblat (makmun/imam) karna Allah

B. SHALAT FARDHU KIFAYAH
Shalat yg wajib apabila sudah dikerjakan sebagian umat islam maka umat islam lainya terbebas dari kewajiban.Diantaranya SHALAT JANAZAH DAN SHALAT GHAIB

B.1. SHALAT JANAZAH
Dilaksanakan tanpa ruku dan sujud dan tanpa iqomah.

Syarat syarat melaksanakan shalat jenazah
a. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani
b. Letak jenazah di sebelah kiblat di depan yg menshalati
c. Suci dari hadas dan najis baik badan pakaian dan tempat

Rukun rukun shalat jenazah
a. Niat
lafal niat untuk mayat lelaki

USHOLLI 'ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA'A TAKBIROOTIN FARDHOL KIFAAYATI (MAKMUMAN/IMAMAN)
artinya
aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardhu kifayah karna Allah ta'alaa

lafal niat untuk mayat wanita

USHOLLI 'ALAA HAADZIHIL MAYYITI ARBA'A TAKBIROOTIN FARDHOL KIFAAYATI (MAKMUMAN/IMAMAN) LILLAAHI TA'ALA
artinya
aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardhu kifayah karna Allah ta'ala

b. Dilanjutkan takbiratul ihrom ALLAHU AKBAR lalu membaca Al Fatihah kemudian disambung dgn takbir kedua ALLAHU AKBAR

c. Setelah takbir kedua,membaca shalawat atas Nabi Muhammad conthnya
ALLAHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN

d. Kemudian takbir ketiga disambung dgn doa
ALLAHUMMAGHFIRL LAHU WARKHAMHU WA'AAFI WA'FU ANHU (yaa Allah Ampunilah dia berilah rahmat,kesejahteraan dan maafkanlah dia)

apabila jenazah itu wanita maka bacaan LAHUU dganti dgn LAHAA.Dan jika mayatnya banyak di ganti dgn LAHUM

e. Setelah itu takbir ke empat disambung dgn doa
ALLAHUMMA LA TAKHRIMNAA AJROHU WALAA TAFTINNA BA'DAHUU WAGHFIRLANAA WALAHU
ya Allah jgnlah kiranya pahalanya tak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya,dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya,serta ampunilah kami dan dia

f. SALAM

B.2 SHALAT GHAIB
Shalat Jenazah namun tidak di hadapan jenazah atau dgn kata lain jenazah berada di tempat lain atau sudah dimakamkan.Dan Niatnya
USHOLLI 'ALAA MAYYITI (FULANIN/nama mayat yg disholati) AL GHOOIBI ARBA'A TAKBIROOTIN FARDHOL KIFAAYATI LILLAAHI TA'ALAA
aku niat shalat ghaib atas mayat /fulanin empat takbir fardhu kifayah karna Allah

Syarat,Rukun dan tata cara sama dengan shalat Jenazah.

Minggu, 02 Mei 2010

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.7

ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MIN'ADZAABI JAHANNAMA WA MIN'ADZAABIL QABRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAL
artinya ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa jahannam,siksa kubur,fitnahnya hidup dan mati serta fitnahnya Dajjal (Hr. Al Imam Bukhari dan Muslim dengan lafadzh Muslim).

XIV. SALAM
"Kunci sholat adalah bersuci.Pembukanya takbir dan penutupnya yaituh sholat adalah mengucapkan salam"(Hr.Al Imam Al Hakim dan Adz Dzahabi)

Dari Amir bin sa'ad bapaknya berkata saya melihat Rasulullah memberi salam ke sebelah kan dan sebelah kiri hingga terlihat putih pipinya (Hr.Al Imam Ahmad, Muslim dan An Nasa'i serta Ibnu Majah)

Dari 'Alqomah bin Wa-il dari bapaknya ia berkata Aku sholat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka beliau membaca salam kesebelah kanan "AS SALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" dan kesebelah kiri "AS SALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI" (Hr. Al Imam Abu Dawud)

* Macam-Macam Salam
Kadang beliau membaca
AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUH---- AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUH

atau
AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUH----- AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI (Hr. Al Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

atau
AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI ------ AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI (Hr. Al Imam Muslim)

atau
AS SALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI ------ AS SALAMU'ALAIKUM (Hr. Al Imam Ahmad dan An Nasa'i)

atau
AS SALAMU'ALAIKUM
dengan sedikit menoleh ke kanan tanpa menoleh ke kiri (Hr. Al Imam Al Baihaqi dan Ath Thabrani)

* Gerak yang dilarang
Terkadang terlihat ada yang mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan dibarengi dgn gerakan telapak tangan dibuka kemudian ketika menoleh ke kirinya di buka.gerakan ini dilarang oleh Rasulullah
" Mengapa kamu menggerakkan tangan kamu seperti gerakan ekor kuda yg lari terbirit2 dikejar binatang buas?bila seseorang diantara kamu mengucapkan salam hendaklah ia berpaling kepada temannya dan tak perlu menggerakan tangan.
Ketika mereka sholat lg bersama Rasulullah mereka tak melakukanya lg

pada riwayat lain disebutkan seseorang diantara kamu cukup meletakkan tanganya di atas paha kemudian ia mengucapkan salam dgn berpaling kepada saudaranya diseblah kanan dan di sebelah kiri (Hr. Al Imam Muslim, Ibnu Khuzaimah dan At Thabrani)

Diantara gerakan bid'ah dilakukan saat salam adalah gerakan yg dilakukan oleh orang syi'ah dgn menepukkan ke dua tangannya diatas paha tiga kali,sebagai pengganti salam dgn menoleh ke kanan dan ke kiri.hal ini dilakukan oleh syi'ah iran dan sekitarnya.maksud dari gerakan itu adalah melaknat malaikat Jibril telah salah menyampaikan wahyu.

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.6

"Apabila Imam mengucapkan SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH.maka ucapkanlah kalian ALLAHUMMA RABBANA WA LAKALHAMD.barangsiapa yang ucapannya tadi bertepatan dengan ucapan para malaikat diampunkan dosa2nya yang telah lewat" (Hr. Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa'i, Ibnu Majah, dan Malik)

Kadang pula ditambah dgn bacaan
MIL-ASSAMAAWAATI,WA MIL-ALARDHL,WA MIL-A MAA SYI-TA MIN SYA-IN BA'D artinya mengcakup seluruh langit dan seluruh bumi dan segenap yang Engkau kehendaki selain dari itu (Hr. Ibnu Majah)

XII. SUJUD
Bacaan Sujud beliau membaca
SUBHAANA RABBIYAL A'LAA 3 kali (Al Imam Ahmad)
atau kadang
SUBHAANA RABBIYAL A'LAA WA BIHAMDIH 3 Kali ( Al Imam Abu Dawud)
atau
SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANA WA BIHAMDIKA ALLAHUMAGHFIRLII (Hr. Al imam Bukhari dan Muslim)

XIII. DUDUK ANTARA DUA SUJUD
Dari Aisyah berkata " Dan Nabi shallallahu'alaihi wasallam menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan kaki kanan,beliau melarang duduknya syaithan" (Hr. Ahmad dan Muslim)

Syaikh Al Albani menjelaskan duduknya syaithan adalah dua telapak kaki ditegakkan kemudian duduk dilantai diantara dua kaki tersebut dua tangan menekan dilantai

Dari Rifa'ah bin Rafi berkata bahwa Rasulullah apabila sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas paha kirimu (Hr. Ahmad dan Abu Dawud)

Beliau menegakkan kaki kanannya (Al Bukhari)

Menghadapkan jari jemarinya ke kiblat (An Nasa'i)

* Bacaannya
Dari Hudzaifah bahwasanya Nabi shallallahu'alaihi wasallam mengucapkan dalam sujudnya RABBIGHFIRLII, RABBIGHFIRLII (Hr. At Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan lafadz Ibnu Majah)

atau
ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WA'AAFINI WAHDINI WARZUQNI (Abu Dawud)

atau
ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAHDINI WARZUQNI (At Tirmidzi)

* Thumaninah dan lama.

XIV. DUDUK TASYAHHUD AWWAL dan TASYAHHUD AKHIR
Dari Abi Humaid as Sa'idiy tentang sifat shalat Nabi dia berkata "maka Apabila Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam duduk dalam dua rakaat/tasyahhud awwal beliau duduk di atas kaki kirinya dan bila duduk dalam rakaat terakhir/tasyahhud akhir beliau memajukan kaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya/lantai" (Hr. Imam Abu Dawud).

* Letak Tangan Ketika Duduk
Dari Ibnu Umar berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bila duduk dalam shalat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangan kiri di atas lutut yang kiri.beliau hamparkan padanya (Hr. Al Imam Muslim dan An Nasa'i).

* Berisyarat dengan telunjuk bisa digerakkan bisa juga tidak
"Kemudian beliau duduk hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya. diatas paha kanannya kemudian beliau menggenggam jari jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka aku lihat beliau menggerak gerakkan berdoa denganya" (Hr. Al Imam Ahmad,Abu Dawud dan An Nasa'i).

Dari Abdullah bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tak menggerakkan (Hr. Al Imam Abu Dawud)

* Membaca Doa At Tahiyyaat dan As Sholawaat
Doa tahiyyat beberapa versi,maka dari itu hendaklah pilih yang kuat dan lafadzhnya belum ditambah.salah satu contoh riwayat yang baik berkata Abdullah kami apabila shalat dibelakang Nabi shallallahu alaihi wasallam keselamatan atas jibril dan mikail,keselamatan atas si fulan dan si fulan maka Rasulullah berpaling kepada kami lalu berkata "Sesungguhnya Allah itu As Salam maka apabila shalat hendaklah kalian mengucapkan
AT-TAHIYYAATU LILLAHI WAS SHOLAWATU WAT THAYYIBAT, AS SALAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIY WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU, AS SALAAMU'ALAINA WA'ALAA 'IBAADILLAHIS SHALIHIN.ASYHADU ALLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASULUHU
artinya segala kehormatan,shalawat dan kebaikan kepunyaan Allah semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allan dan barakahNYA.kiranya keselamatn tetap atas kami dan atas hamba2 Allah yang shalih karna sesungguhnya apabila kalian mengucapkan sudah mengenai semua hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi.aku bersaksi bhw tak ada Ilah yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu hamba dan utusannya (Hr. Al Imam al Bukhari)

Dari Ka'ab bin Ujrah berkata maukah aku hadiahkan sesuatu sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam datang kepada kami maka kami berkata "ya Rasulullah kami sudah tau bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu lantas kami harus bershalawat kepadamu beliau berkata ucapkanlah
ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD WA'ALA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA 'ALAA AALI IBRAHIM INNAKA HAMIDUM MAJID.ALLAHUMMA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA 'ALAA AALI IBRAHIM INNAKA HAMIDUN MAJIID.
artinya ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim.sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaiman Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.

* Ta'awudz/berdoa dari 4 hal
Agar tak menyalahi riwayat hadist maka dalam tasyahud awwal bacaanya sampai shalawat pada Nabi sedang Ta'awudz dibaca hanya ketika tasyahhud akhir
Dari Abu Hurairah berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila kamu telah selesai bertasyahhud maka hendaklah berlindung dari 4 hal,dia berkata...

BERSAMBUNG...

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.5

Dalam membaca Al Qur'an Rasulullah melakukanya dgn tartil,tak lambat juga tak cepat,sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan beliau membaca satu per satu kalimat hingga satu surah memerlukan waktu yg lama dibanding kalau biasa tanpa dilagukan.Rasulullah berkata bhw orang yg membaca Al Qur'an kelak akan di seru "Bacalah,telitilah dan tartilkan sebagaimana kamu dl mentartilkan di dunia karna kedudukanmu berada di akhr ayat yg engkau baca"(Hr.Al Imam Abu Dawud dan At Tirmidzi dishahihkan oleh At Tirmidzi)
"Perindahlah/hiasilah Al Qur'an dgn suara kalian karna suara yg bagus akan menambah keindahan Al Qur'an" (Hr. Al Imam Al Bukhari, Abu Dawud, Ad Darimi, Al Hakim dan Tamam Ar Razi).
" Bukanlah dari golongan kami org yg tak melagukan Al Qur'an"(Hr. Abu Dawud dan Al Hakim dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi).

X. RUKU
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam setelah selesai membc Al Qur'an kemudian berhenti sejenak terus mengangkat kedua tanganya sambil bertakbir seperti takbiratul ihrom kemudian Ruku merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang dgn punggung dan kepala lurus sejajar lantai
Dari Abdullah bin Umar berkata " Aku Melihat Rasulullah apabl berdiri dlm sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya hal ini dilakukan ketika bertakbir hendak ruku dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku (Hr. Al Imam Al Bukhari, Muslim Dan Malik)

* Cara Ruku
Rasulullah memerintahkan kepada para sahabatnya Bahwasanya ketika ruku meletakkan ke dua tangannya pada kedua lututnya (Hr. Al Imam al Bukhari dan Abu Dawud).

* Menekan tangannya pada lututnya
"Jika kamu ruku maka letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan bentangkanlah/luruskan punggungmu serta tekankan tangan untuk ruku"(Hr. Al Imam Ahmad dan Abu Dawud).

* Merenggangkan jari Jemarinya
"Beliau merenggangkan jari jarinya"(Hr. Al Imam Al Hakim dan dia menshahìhkannya Adz Dzahabi dan At Thayalisi menyetujuinya).

* Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.
"Beliau bila ruku meluruskan dan membentangkan punggungnya hingga bila air dituangkan diatas punggungnya air trsbt tak akan bergerak"(Hr. Al Imam Thabrani, Abdullah bin Ahmad dan Ibnu Majah)

* Antara kepala dan punggung lurus.
"Beliau tak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya"(Hr. Al Imam Abu Dawud dan Bukhari). "Sholat seseorang sempurna sebelum dia melakukan ruku dan sujud dgn meluruskan punggungnya"(Hr. Al Imam Abu Awwanah, Abu Dawud dan Sahmi dishahihkan oleh Ad Daraquthni)

* Thumaninah/bersikap tenang
Beliau pernah melihat orang yg ruku dgn tak sempurna dan sujud seperti burung mematuk.lalu berkata "Kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu ia mati diluar agama Muhammad sholatnya seperti gagak mematuk makanan sebagaimana orang ruku tak sempurna dan sujudnya cepat seperti burung lapar yg memakan satu,dua biji kurma yg tak mengenyangkan"(Hr. Al Imam Abu Ya'la, Al Ajri, Al Baihaqi, Adh Dhiya, dan Ibnu Asakir dgn sanad shahih dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

* Memperlama Ruku
Nabi shallallahu'alaihi wasallam menjadikan ruku dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya (Hr. Al Imam Al Bukhari dan Muslim)

* Doa ketika Ruku
Nabi shallallahu'alaihi wasallam ada beberapa macam doanya.semuanya pernah di baca diantaranya
1. SUBHAANA RABBIYAL'ADHZIM artinya Maha suci Rabbku,lagi maha agung" 3 kali atau lebih (Hr. Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dll).
2. SUBHAANA RABBIYAL 'ADHZIMI WA BIHAMDIHI artinya Maha Suci Rabbku lg Maha Agung dan segenap pujian bagiNYA" 3 kali (Hr. Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ad Daraquthni dan Al Baihaqi)
3. SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUL MALA IKATI WAR RUH artinya Maha Suci,Maha suci Rabb para malaikat dan Ruh" (Hr. Al Imam Muslim dan Abu Awwanah)
4. Berdasarkan hadist dari Aisyah bahwasanya "adalah Nabi shallallahu'alaihi wasallam memperbanyak membaca SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLI artinya Maha Suci Engkau.ya Allah dan dengan Memuji Mu ya Allah ampunilah aku
dalam rukunya dan sujudnya beliau mentakwilkan Al Qur'an"(Hr. Al Imam Al Bukhari dan Muslim)
Doa ini yg palng sering dibaca.dikatakan bhw ada riwayat dari Aisyah yg menunjukkan Rasulullah sejak turunnya surah An Nashr yg artinya Hendaklah engkau mengucapkan tasbih dgn memuji Rabbmu dan memohn ampun kepadaNYA.Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat (An Nashr 3). Waktu ruku dan sujud beliau selalu membaca doa ini hingga wafatnya.

* Dilarang ketika Ruku
Bahwasanya Nabi shallallahu'alaihi wasallam melarang membaca Al Qur'an dalam Ruku dan sujud (Hr. Al Imam muslim dan Abu Awwanah).
"Ketahuilah bhw aku dilarang membaca Al Qur'an sewaktu ruku dan sujud" (Hr. Al Imam Muslim dan Abu Awwanah).

XI. I'TIDAL DARI RUKU
Dari Abdullah bin Umar berkata "Aku melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam apabl berdiri dlm sholat mengangkat kedua tanganya sampai setentang kedua pundaknya.hal itu dilakukan ketika bertakbir mau ruku dan ketika mengangkat kepalanya bangkit dari ruku sambil mengucapkan SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH"(Hr. Al Bukhari dan Malik)

Ketika sudah tegak dan selesai bacannya disahut dgn bacaan
RABBANAA LAKAL HAMD artinya Rabbku segala puji kepadaMU

Atau RABBANAA WAA LAKAL HAMD artinya Rabbku dan segala puji kepadaMU

atau ALLAAHUMMA RABBANA LAKAL HAMD artinya Ya Allah Rabbku segala puji kepadaMU

atau ALLAHUMMA RABBANA WA LAKAL HAMD artinya ya Allah Rabbku dan segala puji kepadaMU

Dalilnya adalah hadist dari Abu Hurairah :

BERSAMBUNG...

Sabtu, 01 Mei 2010

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.4

CARA MEMBACA AL FATIHAH
Nabi Shallallahu'alaihi wasallam apaila membacanya pada tiap rakaat membacanya dgn berhenti pada setiap akhir ayat/waqof.tidak menyambung satu ayat dgn ayat berikutnya/washol.
Berdasarkan hadist riwayat Abu Dawud, Sahmi dan 'Amr Ad Dani dishahihkan oleh Hakim,disetujui Adz Dzahabi. Yang berbunyi
BISMILLAAHIRROHMAANIRRAHIIM
kemudian berhenti

ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN
kemudian berhenti,

ARROHMAANIRRAHIIM
Begitulah seterusnya sampai selesai ayat terakhir

Terkadang beliau membaca
MAALIKI YAUMIDDIN atau dengan memendekkan bacaan 'maa' menjadi MALIKI YAUMIDDIN
Berdasarkan riwayat yg mutawir dikeluarkan oleh Taman Ar Razi, Ibnu Abu Daud, Abu Nu'aim, Dan Al Hakim. Hakim menshahikannya,dan disetujui oleh Adz Dzahabi.

Seandainya seorang belum Hafal Al Fatihah terutama bagi kaum baru masuk islam tentu Nabi shallallahu'alaihi wasallam telah memberikan nasehatnya ucapkanlah
SUBHANALLAHI, WALHAMDULILLAHI, WA LAA ILAHA ILLALLAHU, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI artinya Maha suci Allah,Segala puji milik Allah,tiada ilah kecuali Allah,Allah Maha Besar,Tiada daya dan kekuatan kecuali karna pertolongan Allah (Hadist shahìh dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Hakim, Thabrani dan Ibnu Hibban Dishahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Ad Dzahabi).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda " Jika kamu hafal suatu ayat Al Quran maka bacalah ayat tersebut jika tidak maka bacalah Tahmid, Takbir dan Tahlil" (Hadist dikeluarkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi dihasankan oleh At Tirmidzi tetapi sanadnya shahih Abu Dawud no 807).

MEMBACA AMIN
Dari Abu Hurairah dia berkata Dulu Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam jika selesai membaca surah Ummul Kitab (Al Fatihah) mengeraskan suaranya dan membaca amin" ( hadist dikeluarkan oleh Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Baihaqi, Ad Daraquthi dan Ibnu Majah Oleh Al Albani dlm Al Silsilah Al Shahihah dikatakan sebagai hadis yg berkualitas shahih).

"Bila Nabi selesai membaca Al Fatihah dalam sholat beliau mengucapkan amiin dgn suara keras dan panjang" (Hadist shahih yg dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Abu Dawud).

Hadist trsbt mensyariatkan para imam untk mengeraskan bacaan amin.demikian yg menjadi pendapat Al Imam Al Bukhari, As Syafi'i, Ahmad, Ishaq dan Para Imam Fiqih lainnya.dalam shahihnya Al Bukhari membuat suatu bab dgn judul Baab Jahr Al Imaan bi al-ta-miin' artinya Bab tentang imam mengeraskan suara ketika membaca amin.
Didalamnya dinukil perkataan/atsar bhw Ibnu Al Zubair membaca Amin bersama para makmun sampai seakan2 ada gaung dalam mesjidnya.

Juga perkataan Nafi' (maulana Ibnu Umar) Dulu Ibnu Umar selalu membaca aamiin dgn suara yg keras bahkan dia menganjurkan hal itu kpd semua orang.Aku mendengar sebuah kabar tentang anjuran dia akan hal itu"

Hukum bg Makmun beberapa petunjuk dari Nabi, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata jika imam membaca amin maka hendaklah membaca amin" hal ini mensyariatkan bhw membaca amin hukumnya wajib bg makmun.pendapat ini dipertegas oleh Asy Syaukani.
Namun hukum wajib itu tidak mutlak harus dilakukan oleh makmun.mereka baru diwajibkan ketika imam juga membacanya.
Adapun bg Imam dan orang yg sholat sendiri maka hukumnya hanya sunnah ( lihat Nailul Authaar, II/262 ).

Bila imam selesai membaca ghoiri maghdhuubi'alaihim waladhdhoollin ucapkanlah amiin karna malaikat jg mengucapkan amin dan imam pun mengucapkan amin.
Dalam riwayat lain "apabila imam mengucapkan amiin hendaklah kalian mengucapkan amin,brgsiapa ucpan aminya bersamaan dgn malaikat (dalam riwayat lain disebutkan "bila seseorang diantara kamu mengucpkan amin dalam sholat bersamaan dgn malaikat langit mengucapkanya dosa2nya masa lalu di ampuni"(hadist dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari, Muslim,An Nasa'i dan Ad Darimi)

Syaikh Al Albani mengomentarinya " masalah ini harus diperhatikan dgn serius tak boleh diremehkan dgn cara meninggalknya.termasuk kesempurnaan dgn mengerjakan masalah ini adalah dgn membarengi bacaan amin sang imam dan tak mendahuluinya.(Tamaamul Minnah hal 178)

Panjang pendeknya surah yg di baca,Nabi membaca surah yg pnjang kecuali sakit atau sibuk.sedangajan kalau imam disesuaikan dgn kondisi makmunnya cnthnya ada bayi menangis maka bacaan diperpendek.Rasulullah berkata "Aku melakukan shalat dan aku ingin memperpanjang bacaan tetapi tiba2 aku mendengar suara tangis bayi sehingga aku memperpendek sholatku karn aku tahu betapa gelisah ibunya karna tangis bayi itu" (Hr. Al Imam Al Bukhari, Muslim).

Cara membaca surah dalam satu sholat terkadang beliau membagi satu surah dalam 2 rakaat.kadang pula yg sama dibaca pada rakaat pertama dan ke dua.( Berdasarkan hadist yg dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Abu Ya'la,jg hadist shahìh yg dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Al Baihaqi atau riwayat dari Ahmad, Ibnu khuzaimah dan Al Hakim disahkan oleh Al Hakim disetujui oleh Ad Dzahabi)

Nabi Shallallahu alaihi wasallam biasanya membaca surah dgn jumlah ayat yg berimbang antara rakaat pertama dan rakaat kedua.(hadist shahih dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim).

Rasulullah sering membaca suatu surah dari awal sampai selesai.beliau berkata "Berikanlah setiap surah haknya yaituh dalam setiap rakaat ruku dan sujud" (hadist dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Abi Syaibah, Ahmad dan Abdul Ghani Al Maqdisi.

Syaikh Al Albani menjelaskakn seyogyanya kalian membc 1 surah 1 rakaat sehingga rakaat trsbt mmproleh haknya dgn smpurna.perinth dlm hadist brsifat sunnah

BERSAMBUNG....

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.3

WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.INNA SHOLATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATI LILLAHI RABBIL 'ALAMIIN.LAA SYARIIKALAHU WABIDZALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIN.ALLAHUMMA ANTAL MALIKU,LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA ANTA RABBII WA ANA 'ABUDUKA,DHALAMTU NAFSII.WA'TARAFTU BIDZAMBI,FAGHFIRLII DZAMBI JAMII'AN,INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA,WAHDINII LI AHSANIL AKHLAAQI LAA YAHDII LI AHSANIHAA ILLA ANTA,WASHRIF'ANNII SAYYIAHAA ILLA ANTA LABBAIKA WA SA'DAIKA,WASY SYARRULAISA.WAL MAHDIYYU MAN HADAITA.ANA BIKA WA ILAIKA LAA MANJAA WALAA MALJA-A MINKA ILLA ILAIKA,TABAARAKTA WA TA'AALAITA ASTAGFIRUKA WAATUUBU ILAIKA artinya
aku hadapkan wajahku kpd pencipta seluruh langit dan bumi dgn penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang2 syirik.Sholatku,ibadahku,hidupku semata mata untuk Allah,Rabb semesta alam,tiada sesuatu pun yang menyekutuiNYA.Demikianlah aku diperintah dan aku termasuk orang yg pertama2 menjadi muslim.Ya Allah engkaulah penguasa,tiada Ilah selain Engkau semata2 Engkau Maha Suci Dan Maha Terpuji,Engkaulah Rabbku dan aku hamba Mu.Aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa2ku maka ampunilah semua dosaku.Sesungguhnya hanya Engkaulah yg berhak mengampuni semua dosa.Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yg plng baik,karna hanya Engkaulah yg dapat memberi petunjuk kepada ahlak yg terbaik dan jauhkanlah diriku dari ahlak yg buruk.Aku jawab seruanMU sedang segala keburukan tidak datang dari MU.Orang yg terpimping adalah orang yg Engkau beri petunjuk.Aku berada dalam kekuasaan Mu dan akan kembali kepadaMU.tiada tempat memohn keselamatn dan perlindungan dari siksaMU kecuali hanya Engkau semata.Engkau Maha Mulia dan Maha Tinggi.aku mohon ampun kepadaMU dan bertaubat KepadaMU" (Hr. Al Bukhari,Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).

X. MEMBACA AL FATIHAH
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda "Tidak dianggap sholat/tidak sah sholatnya bagi yang tidak membaca Al Fatihah" ( Hadist shahih dikeluarkan oleh Al Jama'ah yakni Al Bukhari, Muslim, Abu daud, At Tirmidzi, An Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Barangsiapa yg sholat tanpa membaca Al Fatihah maka sholatnya buntung,sholatnya buntung,sholatnya buntung,tidak sempurna (Hr. Al Imam Muslim dan Abu Awwanah).

jadi wajib membaca Al Fatihah kalau sedang sholat sendirian bgtpula pada sholat jamaah ketika imam membacanya secara sirr/tak diperdengarkan yakni sholat dhuhur,ashar,satu rakaat magrib dan 2 rakaat trkhr isya maka makmun wajib membaca Al Fatihah secara tak dikeraskan.

Jika imam membaca secara keras Syaikh Al Albani mengatakan bhw pernah Rasulullah melarang makmun membaca surah di belakang kecuali Al Fatihah " Betulkah kalian tadi membaca surah di belakang Imam kalian?"ya, tapi dgn cepat wahai Rasulullah". Berkata Rasulullah Kalian tak boleh melakukanya lagi kecuali membaca Al Fatihah karna tak ada sholat bagi yang tak membacanya" (Hr. Al Imam Bukhari, Abu Dawud, dan Ahmad di hasankan oleh At Tirmidzi dan Ad Daraquthni).

Beliau jg melarang makmun membaca surah apapun ketika imam membacanya dgn jahr/ dgn keras.baik itu Al Fatihah maupun surah lainnya.sebagaimana keterangan Al Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya makmun diam bila imam membaca keras.berdasarkan arahan Nabi dari Abu Hurairah berkata " Telah berkata Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dijadikan imam itu hanya untuk di ikuti.oleh karna itu apabila imam takbir maka bertakbirlah kalian dan apabl imam membaca maka hendaklah diam/sambil memperhatikan bacaan imam itu (Hr.Imam Ahmad,Abu Dawud no 603 dan 604,Ibnu Majah no 846, An Nasa'i. Dan Imam Muslim berkata hadist ini menurut pandanganku shahih).

" Barangsiapa sholat mengikuti imam maka bacaan iman telah menjadi bacaannya juga" (Hr.Imam Ibnu Abi Syaibah, Ad Daraquthi, Ibnu majah, Thahawi dan kitab Irwa ul Ghalil oleh Syaikh Albani)

Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam sesudah mendirikan sholat yg beliau keraskan bacaanya dlm sholat itu beliau bertanya " Apakah ada seseorang diantara kamu yg membaca bersamaku tadi ?" maka seorang laki2 menjawab " ya ada wahai Rasulullah kemudian beliau berkata " sungguh aku katakan mengapakah bacaanku ditentang dgn Al Qur'an juga".
Berkata Abu Hurairah kemudian berhentilah orang2 bersama Rasulullah pada sholat2 yang Rasulullah keraskan bacaanya,ketika mereka sudah mendengar larangan yg demikian itu dari Nabi (Hadist dikeluarkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa'i dan Malik. Abu Hatim Ar Razi mengshahihkan Imam Tirmidzi mengatakan hadist ini hasan).

Inilah hadist2 merupakan dalil yg tegas dan kuat tentang harusnya diamnya makmun apabl mendengar bacaan imam baik Al Fatihahnya maupun surah yg lain.selain itu berdasarkan firman Allah Ta'ala dalam surah Al A'Raaf 204 " apabila dibacakan Al Qur'an Hendaklah kamu dgrkan ia dan diamlah sambil memperhatikan bacaannya agar kamu di beri rahmat".

Tujuan ayat di atas adalah berbentuk umum yakni dimana saja mendengar Al Qur'an Baik di dalam sholat maupun luar sholat wajib diam dan mendengarkanya walaupun sebab turunnya berkenaan tentang sholat.tetapi keumuman ayat ini telah menjdi khusus dan tentunya wajibnya hanya untuk sholat sebagaimana telah diterangkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid Sa'id bin Jubair, Adh Dhohak, Qotadah, Ibrahim An Nakha-i, Abdurahman bin Zain bin Aslam dan lain lai. Tafsir Ibnu Katsir II/280-281.

BERSAMBUNG...

Jumat, 30 April 2010

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.2

VI. MENGANGKAT KEDUA TANGAN
Disunnahkan mengangkat kedua tangan sebagaiman hadist diriwayatkan Abdullah bin Umar radhiayyalahu anhuma berkata "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai shalat,tiap kali bertakbir untuk ruku,dan tiap kali bangkit dari rukunya" (Muttafaqun Alaihi).

Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga berdasarkan hadist riwayat Malik bin Al Huwarits radhiyallahu anhu berkata " Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangan setentang telinga setiap kali bertakbir dalam sholat"(Hr. muslim).

Dalam riwayat lain pula hadist Abu Daud , Ibnu Khuzaimah, Taman dan Hakim dijelaskan bhw Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dgn membuka jari2nya lurus diatas tak merenggangkannya dan tak pula menggenggamnya"(Shifat sholat Nabi)

VII. BERSEDEKAP
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangan kanan diatas tangan kirinya/bersedekap beliau bersabda " kami para Nabi untuk segera berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri ketika melakukan sholat"(Hr. Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya dengan sanad shahih).

Sebuah riwayat beliau melewati seorang pemuda yg sedang sholat tetapi orang ini meletakan tangan kirinya pd tangan kanannya lalu beliau melepaskanya kemudian orang itu meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya (Hr. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad yg shahih)

Dari hadist Wail bin Hujur "Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertakbir kemudian meletakkan tangan kanannya diatas telapak tangan kiri,pergelangan tangan kiri atau lengan kirinya" (Hr. Al Imam Abu daud,Nasa'i,Ibnu Khuzaimah dengan sanad shahih dan dishahikan oleh Ibnu Hibban hadist no 485)

Hadist Nasa'i dan Daraquthni dengan sanad shahih mengatakan "tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari jari tangan kanannya pada lengan kirinya"

Menyedekapkan tangan di dada adalah perbuatan yang benar menurut Sunnah berdasarkan hadist diriwayatkan Al imam Abu Daud, Ibnu Khuzaimah, Ahmad dari Wail bin Hujur "Beliau meletakkan kedua tangannya didadanya"

Inilah yang dilakukan oleh Imam Ishaq bin Rahawaih.
Imam Mawarzi dalam kitab Masa'il hal.222 berkata " Imam Ishaq meriwayatkan hadist secara mutawatir kepada kami..Beliau mengangkat kedua tangannya ketika berdoa qunut dan melakukan qunut sebelum ruku..Beliau menyedakapkan tangannya dgn teteknya".
Pendapat yang semacam ini jg disampaikan oleh Qadhi 'Iyadh al Maliki dalam bab Mustahabatu ash Sholat pada kitab Al I'lam,beliau berkata "Dia meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri di dada"

VIII. MEMANDANG TEMPAT SUJUD
Hadist diriwayatkan oleh Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiyallahu anha " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengalihkan pandangannya dari tempat sujud di dalam sholat" (Hr. Baihaqi dan dishahikan oleh Syaikh Al Albani).

Beliau melarang keras menengadah ke langit ketika sholat.dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bhw Nabi bersabda " Hendaklah sekelompok orang bener2 menghentikan pandangan matanya yg terangkat ke langit ketika berdoa dalam sholat atau hendaklah mereka benar2 menjaga pandangan mata mereka" (Hr. Muslim, Nasa'i dan Ahmad).

Beliaupun melarang menoleh ke kanan atau ke kiri " Jika kalian sholat janganlah menoleh ke kanan atau ke kiri karna Allah akan senangtiasa menghadapkan wajahNYA kepada hamba yg sholat selama ia tak menoleh ke kanan atau ke kiri" (Hr. Tirmidzi dan Hakim).
Dalam Zaadul Ma'aad I/248 disebutkan bhw makruh hukumnya orang yg sedang menolehkan kepalanya tanpa ada keperluan.

Jadi di makruhkan shalat di hadapan sesuat yg bisa merusak konsentrasi atau di tempat yg ada gambar2nya.diatas sajadah yg ada lukisan atau ukiran dhadapan dinding bergambar dan sebagainya.

IX. MEMBACA DOA ISTIFTAH
Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam doa istiftah bermacam2.Beliau mengucapkan pujian,sanjungan dan kalimat keagungan untuk Allah.Beliau pernah memerintahkan hal ini kpd orang yg salah dalm melakukanya dgn sabdanya
"Tak sempurna shalat seseorang sebelum ia bertakbir,mengucapkan pujian,mengucapkan kalimat keagungan(doa istiftah) dan membaca ayat2 Al Qur'an yg dihafalnya" (Hr.Abu Daud dan Hakim disahkan oleh Hakim disetujui oleh Dzahabi)

Adapun doa istiftah yg diajarkan oleh beliau diantaranya
ALLAHUMMA BA'ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI,ALLAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS.ALLAHUMMAGHSILNII BIL MAA'I WATS TSALJI WAL BARADI artinya ya Allah jauhkanlah antara aku dan kesalahan2ku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat.Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan2ku sebagaimana baju putih dari kotoran.Ya Allah cucilah aku dari kesalahan2ku dgn air,salju dan embun"(Hr.Bukhari,Muslim dan Ibnu Abi Syaibah)

Kadang kadang beliau juga membaca dalam sholat fardhu...

BERSAMBUNG...

MENGENAL SIFAT SHALAT RASULULLAH bag.1

I. MENGHADAP KA'BAH
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bila berdiri untuk shalat beliau menghadap ka'bah beliau bersabda "Bila engkau berdiri untuk shalat,sempurnakanlah wudhumu kemudian menghadap kiblat lalu bertakbirlah"(Hr.bukhari,muslim,dan siraj)
"Kemana saja kamu menghadapkan muka disana ada wajah Allah" (Al Baqarah 115).
Beliau pernah shalat menghadap Baitul Maqdis,hal ini terjadi sebelum turunnya firman Allah "Kami telah melihatmu menengadahkan kepalamu ke langit.kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu inginkan.oleh karna itu hadapkanlah wajahmu sebagian arah masjidil Haram"(Al Baqarah 144)

setelah ayat ini turun beliau shalat menghadap ka'bah.pada waktu shalat shubuh kaum muslimin di Quba kedatangan seorang utusan Rasulullah menyampaikan "Sesungguhnya Semalam Rasulullah telah mendapat wahyu beliau di suruh menghadap ka'bah oleh karna itu hendaklah kalian menghadap kesana"pada saat itu mereka tengah menghadap ke Syam (Baitul Maqdis).mereka lalu berputar,Imam mereka memutar haluan hingga ia mengimami mereka menghadap kiblat" (Hr.Bukhari,Muslim,Ahmad,Siraj,Thabrani,dan Ibnu Sa'ad dalam kitab Al Irwa' hadist no 290)

II. BERDIRI
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan sholat berdiri karna memenuhi perintah Allah dalam surah Al Baqarah 238 apabila bepergian beliau melakukan sholat sunnah di atas kendaraanya,beliau mengajarkan agar melakukan shalat khauf dgn berjalan kaki atau berkendaraan.

Peliharalah semua shalat dan shalat wustha dan berdirilah dgn tenang karna Allah.jika kamu dalam ketakutan sholatlah dgn berjalan kaki atau berkendaraan.jika kamu dalam keadaan aman ingatlah Kepada Allah dgn cara yg telah di ajarkan kepada kamu yang mana sebelumnya kamu tak mengetahui cara tersebut (Al Baqarah 238)

III. MENGHADAP SUTRAH
Sutrah/pembatas yang berada di depan orang shalat.dalam shalat menjadi keharusan imam dan orang yang shalat sendiri.sekalipun di mesjid besar.demikianlah pendapat Ibnu Hani dalam kitab Masa'il dari Imam Ahmad beliau mengatakan "pada suatu hari saya shalat tanpa memasang sutrah didepan padahal saya melakukan shalat didalam mesjid kami.Imam Ahmad melihat kejadian ini lalu berkata kepada saya pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu.kemudian saya memasang orang untuk menjadi sutrah.

Syaikh Al Albani mengatakan kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bhw orang yg shalat di mesjid besar atau kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.

sebagaimana sabda Nabi bila seseorang diantara kamu sholat menghadap sutrah hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tak dapat memutus shaltanya (Hr.Abu Daud,Al Bazzar dan Hakim.disahkan oleh Hakim disetujui oleh Dzahabi dan Nawawi)

hendaknya sutrah diletakkan tak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah berdiri shalat dekat sutrah/pembatas di depannya 3 hasta (Hr.Bukhari dan Ahmad)

Adapun yang dapat di jadikan sutrah yaituh tiang mesjid,tombak yg di tancapkan ke tanah,hewan tunggangan,pelana,tempat tidur,dinding dan lain2nya

IV. NIAT
Niat berati keinginan untuk shalat,menghambakan diri kepada Allah Ta'ala semata serta menguatkannya dalam hati."Semua amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dgn niatnya"(Hr. Bukhari,Muslim dalam kitab Al Irwa,hadist no 22)

Niat tak dilafadzkan dan tak disebutkan dari Nabi dan tak pula dari seorang sahabat,bhw niat itu dilafadzkan.Abu Daud bertanya kepada Imam Ahmad dia berkata apakah orang shalat mengatakan sesuatu sebelum dia takbir?" Imam Ahmad menjawab "tidak" (masaail al Imam Ahmad hal 31 dan Majmuu al Fataawaa XXII/28)

As Suyuthi berkata yang termasuk bid'ah adalah was was/ragu sewaktu berniat sholat.hal ini tak pernah diperbuat oleh Nabi dan para sahabat beliau mereka tak pernah melafadzkan niat sholat sedikitpun selain hanya lafadz takbir"

Asy Syafi'i berkata was was dalam niat sholat dan dalam thaharah termasuk kebodohan terhadap syariat atau membingunkan akal (lihat al Amr bi al itbaa' wa al ibtida)

V. TAKBIRATUL IHROM
Sesungguhnya shalat seseorang tak sempurna sebelum ia berwudhu dan melakukan wudhu sesuai ketentuan kemudian ia mengucapkan Allahu Akbar (Hr. Al Imam Thabrani dgn sanad shahih)

apabila engkau hendak mengerjakan shalat maka sempurnakanlah wudhumu terlebih dahulu kemudian menghadaplah ke arah kiblat lalu ucapkanlah takbiratul ihrom (Muttafaqun alaih)

Takbir diucapkan dgn lisan bukan diucapkan di dalam hati.Muhammad Ibnu Rusyd berkata adapun seseorang yg membaca dalam hati tanpa menggerakkan lidahnya maka hal itu disebut dgn membaca,karna yang disebut membaca adalah dgn melafadzkannya di mulut" An Nawawi berkata "adapun selain imam maka disunnahkan baginya untuk tak mengeraskan suara ketika membaca lafadz takbir,baik apakah dia sedang jadi makmun atau ketika sholat sendiri.tak mengeraskan suara ini jika dia tak menjumpai rintangan seperti suara yang sangat gaduh.batas minimal suara yang pelan adalah bisa di dengar oleh dirinya sendiri jika pendengarannya normal.ini berlaku secara umum baik ketika membaca ayat ayat Al Quran,takbir,tasbih ketika ruku',tasyahud,salam dan doa doa dalam shalat baik yang hukumnya wajib maupun sunnah" demikian nash yg dkmukakan Syafi'i disepakati oleh para pengikutnya.Asy Syafi'i berkt dlm Al Umm hendaklah suara bs didgr sendiri dan org yg berada disampingnya,tak patut dia menambah volume suara lbh dr itu" (al Majmuu' III/295)

BERSAMBUNG...

Kamis, 29 April 2010

MAKNA SHALAT

Shalat dalam bahasa adalah doa atau Rahmat,SHALAT berasal dari bahasa Arab yang artinya suatu tindakan khusus memuliakan Allah yang initinya tiap perkataan dan perbuatan yang dimulia dgn takbir dan di akhiri dgn salam yang sesuai dgn disyariatkan.dalam mengerjakan shalat kita harus mengikuti tata cara Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
"Shalatlah kalian sesuai dgn apa yg kalian lihat aku mempraktekannya"(Hr.Bukhari Muslim)

Shalat mempunyai hukum yang meliputi :
1. Fardhu
shalat yang diwajibkan untuk dilaksanakan.Fardhu terbagi menjadi 2 yaituh
* Fardhu 'Ain Yaituh kewajiban yg diwajibkan kepada mukallaf langsng berkaitan dgn dirinya dan tak boleh ditinggalkan atau dilaksanakan orang lain contohnya shalat 5 waktu,shalat jum'at.

* Fardhu Kifayah kewajiban yg diwajibkan kpd mukallaf tak langsung berkaitan dgn diri.kewajiban itu menjadi sunnah jika ada yg mengerjakannya.akan tetapi bila tak ada orang yg mengerjakanya kita wajib mengerjakan dan berdosa bila tak melakukan contohnya shalat jenazah.

2. Nafilah ( Shalat Sunnat )
Shalat yang disunnahkan atau di anjurkan akan tetapi tak diwajibkan.shalat Nafilah terbagi 2 yaituh
* Nafil Muakkad adalah shalat sunnat yg dianjurkan dgn penekanan yg kuat hampir menjadi wajib seperti shalat hari raya,shalat sunnat thawaf.

* Nafil Ghairu Muakkad adalah shalat Sunnat yg dianjurkan tanpa penekanan yg kuat seperti shalat sunnat rawatib dan shalat yg sifatnya tergantung dgn waktu atau keadaan cnthnya shalat kusuf atau pada saat gerhana

Rukun Shalat
Niat
Takbiratul Ihram
Berdiri bagi yang mampu
Membaca Surah Al Fatihah
Ruku' dgn Thu'maninah
I'tidal dgn Thu'maninah
Sujud dua kali dgn Thu'maninah
Duduk diantara dua sujud dgn Thu'maninah
Duduk dgn Thu'maninah serta membaca tasyahud akhir dan shalawat Nabi
Membaca Salam.
Tertib

Manfaat dan Hikmah shalat
1. Dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dr perbuatan2 keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah /shalat adalah lebh besar keutamaanya dari ibadah2 lainnya dan Allah mengetahui apa yg kamu kerjakan ( Al Ankabut 45).

2. Mencegah dari kesesatan
maka datanglah sesudah mereka.pengganti yg jelek yang menyia2kan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka mereka kelak menemui kesesatan ( Maryam 59 )

3. Menjauhkan dari sifat keluh dan kikir
sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir apbl ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apbl ia mendapat kebaikan ia kikir kecuali orang2 yg mengerjakan shalat yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya ( Al Ma'arij 19-23 )

4. Menghapus dosa dosa
dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda shalat lima kali sehari dan shalat jum'at merupakan pelebur dosa selama tak melakukan dosa besar ( Hr.Muslim,Ahmad,Turmudzi dan Ibnu Majah )

5. Selamat dari siksa hari kiamat
barangsiapa yg menjaga shalatnya ia akan menjadi cahaya,bukti dan penyelamat baginya pada hari kiamat ( Hr.Ahmad,Ibnu Hibban dan Ath Thabrani )

6. Menenangkan dan menentramkan hati
penyejuk hatiku ada di dalam shalat ( Hr.Ahmad dan Nasa'i )

Shalat Khusyu
suatu kondisi dimana mata hati penuh ketakutan,mawas diri dan tunduk pasrah di hadapan Allah,setiap gerak gerik anggota tubuh yg penuh hikmat dan konsentrari dalam sholat,bila perlu menangis di hadapanNYA.beberapa kiat agar bisa khusyu antara lain

1. Mengenal Allah,Menghadirkan,mengagumkan dan takut kepadaNYA.

2. Hendaknya jika shalat menyadari bahwa shalat adalah pertemuan dan komunikasi dirinya dgn Allah

3. Ikhlas dalam melaksanakannya dan mengkonsentrasikan diri hanya untuk Allah semata.

4. Menghindari berpalingnya hati dan Anggota tubuh dari shalat

5. Merenungi,memaknai tiap gerakan dan bacaan,dzikir dalam shalat

6. Memelihara ketenangan,tidak terburu buru dalam shalat

7. Bersemangat dalam melakukannya.

8. Memilih tempa shalat yang sesuai

9. Menghindari segala yg menyibukkan dan mengganggu shalat

10. Fasih dalam bacaan

11. Hendaknya kita shalat seperti shalatnya orang yang akan bepergian atau meninggalkan dunia

SHALAT bag.3

XVII. WAKTU WAKTU TERLARANG MENGERJAKAN SHALAT
Dari Uqbah bin Amir berkata ada 3 waktu yg Rasulullah melarang kita shalat dan mengubur jenazah kita padanya pertama ketika matahari sdg terbit hingga benar2 tampak,kedua ketika matahari pas berada ditengah sampai bergeser ke arah barat dan ketiga pada waktu matahari condong menjelang terbena hingga terbenam(hr.ibnu Majah no 1233,Muslim 1:568 no 831 Aunul Mabud VIII:481 No 3176, Tirmidzi II:247 No 1035 Nasa'i I:275, Ibnu majah 1:486 no 1519)

Nabi Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada Amr Bin Abasah Shalat shubuhlah kemudian jgn kamu shalat lg sampai matahari terbit dan meninggi krn sesungguhnya matahari itu ketika terbit,ia terbit diantara dua tanduk syaithan,dan ketika itu kaum kuffar sujud kepadanya.kemudian shalatlah karna sesungguhnya shalat yg disaksikan dan dihadiri para malaikat sampai bayangan tombak pas dgn tombaknya tegak lurus kemudian pada saat itu janganlah shalat,karna sesungguhnya ketika itu api jahannam sdg dinyalakan.apbl matahari telah tergelincir maka shalatlah karna ketika itu disaksikan dan dhadiri para malaikat hingga kamu shalat ashar.kemudian janganlah kamu shalat sebelum matahari terbenam karna sesungguhnya ia terbenam diantara dua tanduk syaithan dan pada waktu itu kaum kuffar sdg sujud kepadanya (Shahih Al Misykah no.1024 dan Muslim I:570 no 832)

XVIII. DIKECUALIKAN DARI LARANGAN INI SATU WAKTU TERTENTU DAN SATU TEMPAT TERTENTU.
Tidaklah seorang mandi pd hr jumat lalu bersuci dgn sungguh2 memakai minyak atau wangi2an dirumahnya kemudian keluar dan menuju mesjid dan dia tak memisahkan diantara dua orang duduk kemudian shalat semampunya lalu diam ketika khatib hutbah melainkan pasti diampuni dosa2nya yg dilakukan antara jumat itu dgn jumat berikutnya (Shahih At Targhib no 689 dan Fathul Bari II:370 no 883)

Umar bin Khathab radhiyallahu anhu dan di ikuti oleh Imam Ahmad bin Hanbal yg mengatakan Datangnya khatib melarang kita mengerjakan shalat sdgkan khutbahnya melarang jamaah berbicara jadi mereka menjadikan datangnya khatib sbg pencegah dan mengerjakan shalat.

yang dimaksud tempat tertentu adalah mekah berdasarkan Sabda Nabi Wahai Bani Abdi Manaf janganlah kalian melarang seseorang thawaf di Baitullah ini dan shalat kapan saja baik malam atau siang (Shahih ibnu majah no 1036, Ibnu majah I:398 no 1254, Tirmidzi II:178 no 869 dan Nasa'i V:223)

Pada waktu2 terlarang boleh jg mengerjakan sholat tahiyyatul masjid karna sabda Nabi apabila seseorang diantara kamu masuk dalam mesjid maka janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat (Muttafaqun Alaih Fathul Bari III:48 no 1163, Muslim I:495 no 714, Aunul Mabub II:133 No 463, Ibnu Majah I:324 no 1013, dan Nasa'i II:53)

XIX. LARANGAN SHALAT SUNNAH SESUDAH TERBITNYA FAJAR DAN SEBELUM SHALAT SHUBUH
Dari Yasar berkata Ibnu Umar pernah melihatku shalat sunnah setelah terbit fajar lalu ia berkata ya Yasar sesungguhnya Rasulullah Pernah keluar menemui kami ketika kami mengerjakan shalat ini lalu beliau bersabda hendaklah orang yg hadir diantara kamu janganlah shalat sunnah setelah terbitnya fajar kecuali dua rakaat sunnatul fajar ( shahihul Jami'us shaghir no 5353,Aunul mabud IV:158 No 1264 dan Tirmidzi 1:262 no 417

XX. LARANGAN SHALAT SUNNAH JIKA IQAMAH
Dari Abu Hurairah r.a.bhwa Nabi bersabda apabila iqamah sudah dikumandangkan maka sama sekali tiada shalat kecuali shalat wajib (Hr.Ibnu Majah no 945 Muslim 1:493 no 710 Tirmidzi 1:264 no 419, Aunul Ma'bud IV:142 no 1252 Nasa'i II:116 dan Ibnu Majah I:364 no 1151)

XXI. TEMPAT TEMPAT DILARANG SHALAT
Dari Abu Hurairah r.a.berkata bhw Rasulullah bersabda Aku diberi kelebihan atas Nabi2 sebelumku dgn 6 perkara pertama aku diberi kata2 yg sedikit namun padat maknanya,kedua aku diberi kemenangan berupa rasa takut pada diri musuh,ketiga telah dihalalkan untuku rampasan perang,keempat bumi dijadikan sbg pembersih dan tempat sujud untukku dan kelima aku diutus kpd segenap umat manusia dan sebai penutup para Nabi (Mukhtashar Muslim no 257 dan Muslim I:371 no 523)

Dari Al Bara bin Azib bhw Rasulullah pernah ditanya perihal shalat ditempat menderumnya unta maka beliau menjawb janganlah kamu shalat ditempat menderumnya unta karna sesungguhnya ia termasuk syetan dan beliau ditanya tentang shalat di kandang kambing maka beliau jawab Shalatlah di dalamnya karna sesungguhnya mengandung barakah (shahihul Jami us Shaghir no 7351 dan Aunul ma'bud II:159 no 489)

Sebenarnya bumi pada dasarnya tempat sujud kecuali beberapa daerah.
Dari Jundub bin Abdullah al Bajali berkata aku mendengar Rasulullah lima hari sblm wafat bersabda ketahuilah ssungguhnya umat2 kamu biasa mnjdkn kuburan para Nabinya dan org2 shalihnya sbg tempat sujud ketahuilah jgnlah km menjdkn kubur2 it sbg tempat sujud karna ssungguhnya aku mncegah kalian berbuat dmkian itu (Irwaul ghalil no 286 dan Muslim 1:377 no 532)
Seluruh bumi adalah tempat sujud kecuali perkuburan dan kamar mandi (Hr.Ibnu Majah no 606 Aunul Ma'bud II:158 no 488 Ibnu Majah I:246 no 745,Tirmidzi I:199 no 316)

Sumber :
Al-Wajiz ensiklopedi fikih islam dalam Al Quran dan As Sunnah Ash Shahihah.terj.Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah) hal 131-151.

SHALAT bag.2

VI. ANJURAN SHALAT ZHUHUR PADA AWAL WAKTU
Dari Jabir bin Sannah r.a. Berkata adalah Nabi biasa mengerjakan zhuhur apbl matahari baru bergeser ke barat (shahi irwalul Ghalil no 254 dan Muslim I:432 no 618) dan riwayat yang lain
Dari Abu Hurairah r.a. Bhw Rasulullah bersabda apabl suhu panas mencapai titik maksimun maka carilah waktu dingin untuk shalat zhuhur karna sesungguhnya tingginya suhu berasal dr hembusan api jahannam (Muttafaqun alaih:Muslim I:43 no 615 dan Fathul bari II:15 no 533, Aunul Ma'bud II:75 no 398, Tirmidzi I:105 no 107, Nasa'i I:248, dan Ibnu Majah I:222 no 677)

VII. ANJURAN SHALAT ASHAR DI AWAL WAKTU
Dari Anas bhw Rasulullah biasa mengerjakan shalat ashar di waktu matahari masih tinggi lagi terang,dimana seseorang yg pergi ke perkampungan awali dia akan sampai di sana ketika matahari masih tinggi (Muttafuq alaih:Fathul Bari II:28 no 550, Muslim I:433 no 621, Aunul Ma'bud II:77 No 400, Nasa'i I:252 dan Ibnu Majah I:223 no 682)

VIII. DOSA MENINGGALKAN SHALAT ASHAR
Dari Ibnu Umar r.a bhw Rasulullah bersabda orang yg tak mengerjakan shalat ashar adalah seperti yang dikurangi anggota keluarganya dan harta bendanya (Muttafaqun Alaih Muslim I:435 no 626, Fathul Bari II:30 no 552, Aunul Ma'bud II:84 No 410, Tirmidzi I:113 no 175, Nasa'i I:238).
Dari Buraidah bhw Nabi bersabda barangsiapa meninggalkan shalat ashar maka gugurlah seluruh amalannya (Shahih Nasa'i no 497, Fathul Bari II:30 no 552, Aunul Ma'bud II:84 no 410. tirmidzi I:113 no 175, Nasa'i I:238).

IX. DOSA MENGAKHIRKAN SHALAT ASHAR SAMPAI MATAHARI MENGUNING
Dari Anas r.a berkat saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda itu adalah shalat munafik,ia duduk2 dan mengamati matahari hingga apabl matahari berada diantara dua ujung tanduk syaithan ia mengerjakannya 4 rakaat dgn cepat tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit (Hr. Abu Daud no 399, Muslim XXI:434 No 622,Aunul Ma'bud II:83 No 409,Tirmidzi I:107 no 160 dan Nasa'i I:254).

X. ANJURAN SHALAT MAGHRIB DAN DIBENCI MENGAKHIRKANNYA
Dari Uqbah bin Amir r.a. Bhw Nabi bersabda senangtiasa umatku berada dalam kebaikan atau dalam keadaan fitrah selama tak mengakhirkan shalat magrib hingga bintang bertaburan (hasan shahih Abu Daud No 403 dan Aunul Ma'bud II:87 no 414)

XI. ANJURAN MENGAKHIRKAN SHALAT ISYA JIKA TAK SULIT
Dari Aisyah r.a. Berkata pada suatu malam Nabi melewatkan shalat isya hingga mayoritas waktu malam telah lewat dan sampai jamaah di mesji pada tidur.kemudian keluar dari rumahnya lalu shalat di mesjid.lalu beliau bersabda sesungguhnya andaikata aku tak khawatir umatku inilah waktu shalat isya yg afdhal (Mukttafaqun Alaih Muslim no 223 dan Muslim 1:442 no.219 dan 638)

XII. DIBENCI TIDUR SEBELUM SHALAT ISYA DAN BERCAKAP CAKAP SESUDAHNYA
Dari Abu Barzah adalah Rasulullah membenci tidur sebelum shalat isya dan ngobrol sesudahnya (Muttafaqun Alaih Fathul Bari II:49, Muslim I:447 no 237/647, Aunul Ma'bud II:69 no 394 dan Nasa'i I:246).

XIII. ANJURAN SHALAT SHUBUH AWAL WAKTU
Dari Aisyah r.a. Berkata adakah para wanita mukminah menghadiri shalat jamaah shubuh bersama Rasulullah kemudian berselubung dgn selimutnya kemudian mereka kembali ke rumah mereka masing2 ketika selesai mengerjakan shalat,tak seorang lelaki pun mengenal mereka karna suasana masih gelap (Muttafaqun Alaih Fathul Bari I:54 no 578, Muslim I:445 no 645, Aunul mabud II:91 no 419, Nasa'i I:271, Tirmidzi I:103 no 153, Ibnu Majah I:220 no 669)

XIV. KAPAN SESEORANG DIANGGAP MASIH MENDAPATKAN WAKTU SHALAT
Dari Abu Hurairah r.a. Bhw Rasulullah bersabda barangsiapa yg mendapatkan satu rakaat dan shalat shubuh sebelum terbitnya matahari maka sesungguhnya dia telah mendapatkan shalat shubuh dan barangsiapa yg mendapatkan satu rakaat dan shalat ashar sebelum terbenamnya matahari maka sesungguhnya ia telah mendapatkan shalat ashar (Muttafaqun alaih Fathul Bari I:56 no 579, Muslim I:424 no 608 dan Nasa'i 1:273). Dan riwayat lain dari Abu Hurairah r.a beliau bersabda barangsiapa yg mendapatkan satu rakaat shalat apapun berarti ia mendaptkan shalat itu (Muttafaqun Alaih Fathul Bari 1:57 no 580, Muslim I:423 no 607, Aunul Mabud III:473 No 1108, Tirmidzi II:19 no 523 Dan Nasa'i I:274).

XV. SHALAT YANG TERLUPAKAN
Dari Anas r.a bhw Rasulullah bersabda barangsiapa yg lupa dan shalatnya atau tertidur darinya maka kaffarahnya ialah hendak ia mengerjakan ketika ia ingat ( Shahih Mukhtashar Muslim no 229 dan Muslim I:477 no 315 dan 684)

XVI. JIKA SENGAJA MENINGGALKAN SHALAT HINGGA HABIS WAKTUNYA BOLEH MENGQADHANYA
Dalam kitab Al Muhalla II:235 Ibnu Hasan rahimahullah mengatkan sesungguhnya Allah Ta'ala mengalokasikan waktu tertentu untuk shalat fardhu yg diapit oleh waktu permulaan dan penghbisan.shalat dikerjakan dlm ksmpatan yg sudah tertentu dan akan batal bil dilaksanakan dlm waktu tertentu lain.oleh karna itu tiada perbedaan berarti org yg mengerjakan shalat sebelum masuk waktunya dgn org lain yg sudah hbs wktnya.bhwsanya mengadha shalat adlh kewajibn dan syara.syara tak blh ditentukan oleh selain Allah melalui lisan RasulNYA.Andaikata qadha shalat hrs dilkukn olh org yg mningglkn shalat dgn sgj niscy Allah dan RasulNYA tak akan lupa mensyariatkan dan tak mungkin lalai dariNYA dan mustahil Allah Dan RasulNYA Sengaja menyulitkan kita dgn tidak menerangkannya."Dan tidaklah Rabbmu itu lupa"(Maryam 64)
dan semua ibadah yg tak didukung dgn argumentasi dan Al Qur'an dan As Sunnah yang Shahih maka hukumnya Bathil.

BERSAMBUNG....

SHALAT bag.1

I. KEDUDUKAN SHALAT DALAM ISLAM
Dari Abdullah bin Umar r.a. Bhw Rasulullah bersabda islam dibangun di atas lima perkara pertama bersaksi tiada Ilah yang patut disembah kecuali Allah dan bhw Muhammad adalah Rasulullah.Kedua menegakkan shalat.Ketiga mengeluarkan zakat.Keempat menunaikan haji dan kelima puasa dibulan ramadhan."(Muttafaq alaih:Muslim 1:45 no 16/20. Fathul Bari 1:49 no.8, Tirmidzi IV:119 no 2736 dan Nasa'i VIII:107)

II. HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT
Siapa yg menentang kewajicn shalat 5 waktu maka itu artinya telah kafir.
Dari Jabir r.a. Bhw Rasulullah bersabda Sesungguhnya batasan antara seseorang dgn kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat(shahihul Jami'us shaghir no 2848,Muslim I:88 no 82, Aunul Ma'bud XII:436 No 4653, Tirmidzi IV:125 No 2751, dan Ibnu Majah 1:342 no 1087)

dari Abu Hurairah r.a. Berkata Aku mendengar Rasulullah bersabda sesungguhnya amal hamba yg pertama kali diperiksa pada hari kiamat adalah shalat wajib.Jika ia menyempurnakanya maka telah beruntung.Jika tidak maka dikatakan kepada para malaikat perhatikanlah adakah ia memiliki amalan sholat sunnah.Jika ia memiliki maka lengkapilah kekurangan amalah shalat fardhunya dgn amalan sholat sunnahnya.Kemudian seluruh amalan wajib diperlukan seperti itu (Hr.Ibnu Majah no 172,Ibnu majah I:458 no 1425, Tirmidzi I:258 no 411 dan Nasa'i I:232)

III. YANG WAJIB MENEGAKKAN SHALAT
Tiapa orang muslim yang telah baliqh dan berakal sehat wajib menegakan sholat
dari Ali r.a. Nabi bersabda telah diangkat pena dan 3 golongan pertama orang yg tidur hingga ia terbangun kedua dan anak kecil sampai ihtilam/mimpi basah.Dan yang ketiga oarang yang gila hingga berakal sehat(Shahihul Jami'us Shaghir no 3513, dan Aunul Ma'bud XII:78 No 4380)

perintahkan anak2mu shalat di waktu mereka tujuh tahun dan pukullah mereka manakal ketika mereka berumur 10 tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka sejak itu (Hasan: shahihul Jami'us shaghir no 5868, Aunul Ma'bud II:162 no 491)

IV. WAKTU WAKTU SHALAT
Dari Jabir bin Abdullah r.a. Bhw Nabi didatangi oleh malaikat Jibril seraya berkata kepada beliau Bangunlah lalu shalatlah maka beliau shalat zhuhur diwaktu matahari tergelincir ke arah arab,kemudian dia datang lagi kepada beliau di waktu ashar seraya berkata bangunlah lalu shalatlah maka beliau shalat ashar ketika bayangan segala sesuatu sama panjangnya denganya.Kemudian dia datang lagi kepada belia pada waktu magrib seraya berkata bangunlah lalu shalatlah maka beliau shalat dikala matahari terbenam.Kemudian dia datang lagi kepada beliau di waktu isya seraya berkata bangunlah lalu shalatlah beliau shalat isya ketika warna kemerah2an telah hilang kemudian datang lagi kepada beliau pada waktu shubuh lalu berkata bangunlah lalu shalatlah beliaupun shalat shubuh di waktu terbitnya fajar atau ketika sinar fajar telah meninggi

Kemudian esok harinya pada waktu zhuhur dia datang lg kepada beliau lalu berkata bangunlah lalu shaltlah maka beliau shalat zhuhur ketika bayangan segala sesuatu sama panjangnya dgn benda aslinya.Kemudian datang lagi kepada beliau pada waktu ashar berkata bangunlah lalu shalatlah beliau shalat ashar disaat bayangan segala sesuatu dua kali panjang benda asliny.Kemudian dia datang lg kepadanya diwaktu malam saat yg sama dgn sebelumnya.Kemudian dia datang lg kepada beliau pada waktu isya ketika separuh malam telah berlalu atau ketika sepertiga malam pertama telah lewat kemudian beliau shalat isya.Kemudian datang lg ketika wakt shubuh mulai sangat terang seraya berkata bangunlah lalu shalatlah maka beliaupun shalat shubuh lantas jibril berkata diantara dua waktu inilah waktu shalat2 itu(Shahih:Irwa-ul Ghalil no 250, al fathur Rabbani II:241 No 90, Nasa'i I:263, tirmidzi I:101 no 150)

Imam Tirmidzi mengatakan bhw Imam Muhammad bin Ismail al Bukhari mengatakan bhw riwayat yang plng kuat dlm mslh waktu2 shalat adalah
1. Shalat Zhuhur waktunya dan tergelincirnya matahari sampai dgn panjang bayangan sgl sesuatu sampai dgn benda aslinya.
2. Shalat Ashar Waktunya dan panjangnya bayangan sesuatu sama dgn benda aslinya berakhr waktu zhuhur hingga terbenamnya matahari
3. Shalat Magrib waktunya dan terbenamnya matahari sampai dgn lenyapnya sinar kemerah2an yg muncul stlh terbenamnya matahari berdasar sabda Nabi "waktu shalat magrib ialah sebelum syafaq merah terbenam"(hasan:Irwa-ul Ghalil I no 268, Muslim 1:427 no 173 dan 612 dan Aunul Ma'bud II:67 no 392 dan Nasa'i I:260)
4. Shalat isya waktunya dan hilangnya syafaq sampai dgn pertengahan malam."waktu shalat isya sampai dgn separoh malam yang tengah"
5. Shalat Shubuh Waktunya dan terbitnya fajar shadiq sampai dgn terbitnya matahari."waktu shalat shubuh adalah dan terbitnya fajar sampai dgn selama matahari belum terbit"

V. SHALAT WUSHTHA
peliharalah semua shalatmu dan peliharalah shalat wushtha berdirilah karna Allah dalam shalatmu dgn khusyu (Al Baqarah 238)

dari Ali bhw Rasulullah bersabd pd waktu perang Ahzab kami dibuat lalai dari shalat wushtha yaituh shalat Ashar.Mudah2n Allah mememnuhi rumah dan kubur mereka dengan api neraka (Shahih :Mukhtashar Muslim no 217 dan Muslim I:437 no 205 dan 627)

BERSAMBUNG...